Apr 26 2011

Microphone

Published by under Tutorial

Penyebutan alat ini adalah microphone atau lebih singkatnya sering disebut sebagai mic atau mike, perbedaannya adalah pada masalah pemakaian kata, sedangkan fungsinya sama.
Menurut Davis & Jones, 1989, sama seperti phono cartridge (‘optik” yang terdapat pada turntable DJ), headphone dan loudspeaker, pada prinsipnya microphone adalah sebuah transducer – atau dengan bahasa yang lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti, merupakan sebuah alat pengubah energi, dalam hal ini energi yang diubah adalah energi akustik (berupa suara) dan diterjemahkan atau diubah menjadi energi listrik yang ekuivalen (berupa sinyal audio).
Energi ini diperkuat lagi dan dikirim pada sebuah loudspeaker, atau sebuah headphone, sehingga suara yang ditangkap oleh transducernya akan dikeluarkan oleh membran speaker tanpa ada perubahan yang sangat signifikan.
Dengan bahasa yang lebih sederhana, alat ini dipergunakan untuk memperkeras suara dari sumber bunyi yang dapat ditangkap oleh transducer-nya (sumber bunyi dapat berupa suara vokal manusia, suara alat musik atau suara-suara yang lain).

Metode yang dipakai untuk mengubah energi ini sangat bervariasi dengan tujuan yang khusus dan menghasilkan jenis-jenis mic yang banyak beredar di pasaran dengan beragam merk atau tipe. Beberapa tipe mic yang sering dipakai dapat kita jumpai pada studio-studio rekaman, broadcast (radio maupun TV atau media elektronik lainnya), produksi film atau sinetron, home hi-fi dan video recording, dan terutama pada pemakaian secara live di panggung-panggung entertainment.
Continue Reading »

Comments Off on Microphone

Apr 25 2011

Mengenal Mixer Audio

Published by under Tutorial

Istilah kerennya adalah consule Mixer, yaitu sebuah alat yang mengumpulkan semua sinyal baik dari mic, sinyal line (berupa sinyal dari tape/CD, atau dari instrumen), semua efek (berupa echo, reverb, delay), kemudian “dicampur” secara otomatis oleh alat ini menjadi satu sinyal yang utuh dan kemudian didistribusikan ke power amplifier yang akan diolah sedemikian sehingga akhirnya sinyal ini diubah wujudnya menjadi suara yang dikeluarkan oleh speaker yang terpasang.

Alat ini juga memiliki kemampuan untuk mengubah level dari sinyal tersebut, seperti dari sinyal yang keras menjadi lebih pelan dan demikian sebaliknya sehingga sinyal-sinyal ini “tertata” dengan baik dan terdengar dengan nyaman. Kemampuan ini tidak bersifat otomatis secara mesin, tapi tergantung dari kemampuan sang pengatur suara, yang dalam hal ini sering disebut engineer atau sound engineer.

Seperti yang telah disebutkan di paragraf kedua, jumlah channel yang tersedia pada sebuah mixer bervariasi. Mulai dari yang sederhana sebanyak 6 atau 8 channel bahkan sampai ratusan channel sekaligus. Dari beberapa klasifikasi tersebut dapat disimpulkan menjadi 2 jenis mixer, yaitu analog mixer yang biasanya terdiri dari maksimum 52 channel dan digital mixer yang memiliki jumlah channel yang dapat dikatakan “tidak terbatas”. Untuk spesifikasi detil dari kedua jenis mixer ini dapat dilihat dari beberapa merek yang telah beredar di pasaran umum.

Bagian-bagian dari sebuah mixer analog secara umum adalah:
1. Mono Input Section
Bagian-bagian dari mono input ini terdiri dari:
Mic Input, atau sering juga disebut XLR input atau cannon jack input. Bagian ini digunakan untuk mic atau alat-alat yang menggunakan jack yang memiliki tiga buah “kaki” atau yang yang sering disebut cannon jack. Biasanya masing-masing “kaki” terdapat nomor 1, 2, dan 3. Kaki-kaki ini dimaksudkan untuk penempatan posisi sinyal positif, negatif dan ground (tipikal yang sering digunakan adalah kaki 1 – ground, kaki 2 – positif, dan kaki 3 – negatif).

Catatan: posisi di atas tidak selalu menjadi patokan, tergantung dari peralatan yang dipakai. Harap selalu memperhatikan buku manual dari peralatan yang dipakai.
Line In, yang biasanya digunakan untuk menancapkan peralatan yang menggunakan line level jack (istilah umum yang sering beredar adalah input jack gitar). Peralatan yang sering menggunakan bagian ini seperti keyboard, tape, CD player, effect processing unit (reverb, echo, dll), kadang-kadang bass atau gitar juga memakai bagian ini.
Insert Point. Pada beberapa mixer yang lebih kompleks maka terdapat 2 bagian yaitu insert send dan insert return, tetapi pada mixer yang sederhana maka bagian ini hanya ada satu saja yaitu insert I/O (kepanjangan dari insert input/output). Bagian ini digunakan untuk menghubungkan sinyal prosesor eksternal seperti EQ, compressor/limiter/gate. Tujuan dari bagian ini adalah membuat seakan-akan sinyal prosesor eksternal menjadi satu kesatuan dengan mixer.

Catatan: Perhatikan cara penyolderan!!! Untuk mixer yang memiliki insert point terpisah maka penyolderan dilakukan sama persis dengan cara penyolderan cannon jack. Dalam hal ini: posisi tip – sinyal positif, ring – sinyal negative, sleeve – sinyal ground, apabila hanya terdapat satu insert point I/O, maka posisi tip – sinyal send, ring – sinyal return, sleeve – sinyal ground.
Direct Out (Dir). Bagian ini sering digunakan untuk mengirim sinyal audio secara langsung untuk direkam pada multitrack recording tape.
Gain, yang juga disebut input level atau trim, yang berfungsi untuk menentukan sensitifitas dari input sebuah sinyal yang masuk, baik itu berupa sinyal mic atau sinyal line (dari keyboard, tape, CD player, atau alat musik yang lain). Bagian ini hanya mengatur tingkat kesensitifitasan dari channel tersebut bukan besarnya volume sinyal.

Catatan: Apabila sinyal yang masuk masih terlalu kecil (volume sudah dimaksimalkan, demikian juga dengan gainnya) maka yang perlu diperiksa adalah kondisi dari kabel tersebut dan kondisi penyolderan dari kabelnya, terbalik atau putus atau malah tidak tersolder sama sekali.
HPF (High Pass Filter). Bagian ini digunakan untuk memotong frekuensi rendah yang terlalu berlebihan atau peralatan yang mengakibatkan humming. Bagian ini sangat efektif digunakan pada situasi live, untuk mengurangi “popping” pada mic, atau memotong frekuensi rendah yang sering kali dijumpai pada jenis suara laki-laki. Pada beberapa mixer yang lebih kompleks, terdapat knob variabel frekuensi yang akan dipotong (misal: 50 Hz atau 80 Hz atau 250 Hz dan seterusnya), sedangkan pada mixer yang lebih sederhana hanya terdapat knob, seperti knob on/off, yang biasanya tercantum frekuensi 100 Hz atau sering disebut dengan fixed HPF.
EQ section. Bagian ini sering dipakai untuk mengatur kualitas suara yang diinginkan. Pada prinsipnya bagian ini dibagi menjadi 3 bagian yaitu low, mid, dan high. Tipe ini sering dijumpai pada mixer yang sederhana bahkan ada yang hanya terdapat 2 bagian saja yaitu low dan high, tetapi pada mixer yang lebih kompleks maka sering dijumpai penambahan seperti Q dan frekuensi yang ingin di-cut atau di-boost.
Aux section. Ada 2 fungsi utama dari bagian ini, yaitu sebagai pengontrol monitor speaker yang terdapat di panggung utama dan atau pada masing-masing pemain band, dan sebagai pengontrol eksternal efek (reverb, echo, dll).
Pan (Panoramic Control). Bagian ini sering kali digunakan untuk menentukan posisi sinyal suara (kanan atau kiri) atau dipergunakan untuk menentukan channel tertentu masuk dalam sub grup tertentu (misal: channel 1 masuk dalam sub grup 1, channel 2 masuk dalam sub grup 2, dsb.)
Solo atau PFL. Bagian ini sering digunakan para engineer untuk mendengarkan sinyal suara secara individual melalui headphone. PFL adalah singkatan dari Pre Fade Listening yang berarti kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh fader channel (before the fader), atau dengan bahasa sederhana kita dapat mendengarkan suara tanpa terpengaruh oleh besar kecilnya posisi fader.
Mute/On-Off switch. Bagian ini digunakan untuk mematikan atau menyalakan fungsi dari masing-masing channel.
Channel fader. Bagian ini menentukan besar kecilnya sinyal suara yang akan dikeluarkan melalui channel yang dimaksud.
+48V Phantom. Bagian ini digunakan bila digunakan mic condenser atau DI box yang memerlukan power sehingga alat-alat ini bisa berfungsi dengan baik.

Perhatikan!!! Pada tipe mixer tertentu, tidak dijumpai adanya bagian ini pada masing-masing channel. Yang ada adalah knob +48V Phantom master. Perhatikan juga jenis kabel yang akan tersambung!! Bila semua kabel berada pada posisi balanced maka tidak perlu dikhawatirkan akan terjadi sesuatu, tetapi bila tidak maka jangan sekali-kali menekan knob ini.

2. Stereo Input Section
Sebagian besar bagian yang terdapat pada bagian ini hampir sama dengan bagian mono input kecuali pada bagian belakang mixer. Bila pada bagian mono input, pada bagian belakang mixer hanya terdapat satu channel input saja, tapi pada bagian stereo input terdapat dua channel input (berupa cannon jack atau phono jack atau RCA jack).

3. Master Section
Pada bagian ini terdapat:
Aux Master, yang merupakan master volume dari aux pada masing-masing channel
Aux Return. Bagian ini memiliki kesamaan prinsip kerja seperti pada bagian Stereo Input Section
Master Volume Section
Sub Group Section/DCA/VCA Group. Bagian ini merupakan master group dari masing-masing channel yang telah dikelompokkan sedemikian rupa. Biasanya dipakai untuk memudahkan pengoperasian mixer, misal sub grup drum yang terdiri dari beberapa channel mic yang dipakai untuk drum.

Comments Off on Mengenal Mixer Audio

Apr 21 2011

Tutorial Nuendo4 Part 1

Published by under Tutorial

Tutorial ini saya buat semata-mata hanya untuk berbagi pengetahuan saya kepada anda.. semoga dengan adanya artikel ini, bisa memudahkan anda dalam bekerja… langsung aja ya brooooooo…………

Software keluaran Steinberg ini berfungsi di tujukan untuk Profesional Recording…. akan tetapi tidak di luar kemungkinan Nuendo 4 dapat di gunakan tuk hal sederhana dalam pekerjaan…. misalnya tuk dalam pembuatan SQUENCER… dimana software ini banyak digunakan oleh kalangan anak band tuk membuat demo mapun hal yg saya bilang tadi…..

oke kita mulai saja… karena anda pasti dah tidak sabar tuk mengetahuinya…

Disini saya menulisnya untuk tutorial membuat SQUENCER / SAMPLING yg di gunakan untuk back up music sound, lagu- lagu party atau rnb ataupun music yg gak mungkin di jangkau dengan keterbatasan personils ( band cafe )

langkah pertama yang harus anda lakukan adalah dengan membuka new project atau pekerjaan baru/ thalaman baru,, terserah lah anda mau mengartikan apa,, pokoknya gambarnya seperti ini :

jadi setelah  dibuka new project anda akan mendapatkan halaman yg kosong, untuk mengisinya kamu tinggal memasukkan track baru. atau ada tinggal mengklik file dah pilih import, setelah terbuka folder computer anda, anda tinggal memilih file yg akan di jadikan guide, untuk membuat Squence lagu tersebut……

selanjutnya apa yg harus dilakukan ?????

Hal yg harus anda lakukan adalah melakukan pencarian tempo, dan mengaktifkan metronom dengan mengklik tulisan klik di navigator hingga berwarna orange… seperti gambar ini :jangan lupa pastikan tombol metronom dah aktif… dan pada tulisan tempo menunjukkan tulisan FIXED, saya juga menyarankan anda tuk mencari birama lagu tersebut… disini saya memberikan contoh 4/4 dengan tempo 130.070. . setelah guide terdeteksi dengan metronome secara benar… selanjutnya kita memasukkan file midi atau pun wafe yg akan kita gunakan sebagai drum… disini untuk project SQUENCER BABY.. saya menggunakan midi sebagai drumnya dan memasukkan file2 yang sudah saya buat di software lain dengan format wave. untuk contohnya seperti gambar berikut :

sudah di lihatkan friend ????

nah untuk penjelassannya, di track 1 saya gunain sebagai guide, di track 2 file yang saya inserta berupa wave, yg saya gunakan sebagai sound synth… untuk pembuatannya saya menggunaklan software lain

di track midi, saya gunakan untuk drum dan pizzicato strings….. yg saya gunakan sebagai komposisi mini untuk orchestra… cara membuatnya dengan mengklik gambar pena atau pensil dan membuat drag jarak bar yg akan kita buat. setelah di buat. tinggal bro double klik dan terbuka piano roll, nah di piano rool itu kamu membuat notasinya… dengan Quantize yg anda tentukan sendiri

setelah semua project baik dari audio track dan midi track telah selesai,, saatnya melakukan mixing atau mebalancekan, 1 track dengan track lainnya, dengan membuka mixer… atau secara cepat, dengan menggunakan aplikasi yg di samping track yg ada pilih. untuk contoh mixernya seperti ini :

Setelah terbuka, kamu tinggal menurunkan dan menaikkan volume untuk membalance semua track,, untuk editing mastering, saya akan membahasnya lain kali… setelah selesai melakukan balancing, kembali ke project depan nuendo4… kamu harus melakukan penarikan terhadap kursor dari kiri ke kanan hingga batas akhir bar lagu tersebut… dan lakukan export file melalui menu file,,, kamu itnggal memilih mixdown berupa wave atau lainnya……

Selamat Berkarya Friend ………………………….

Comments Off on Tutorial Nuendo4 Part 1

Apr 19 2011

Menata Diri

Published by under Inspirasi

Menikmati hidup, merasa cukup dan qana’ah (kesyukuran yang mendalam)

Rerasakan betapa bahagia kita…
Nikmati tiap tetes kenikmatan yang Allah berikan tanpa perlu membandingkan dengan orang lain…
وَلاَ تَتَمَنَّوْاْ مَا فَضَّلَ اللّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِّلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبُواْ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِّمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُواْ اللّهَ مِن فَضْلِهِ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bagian dari apa yang mereka usahakan, dan memohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu” (QS An-Nisaa: 32)

Menjadi seorang yang mandiri (tidak bergantung pada orang lain) dan tidak berada dalam bayang-bayang orang lain…
Rasakan diri kita yang bebas terus maju…

Menjadi seorang yang murah hati
Mudah menolong orang lain selama ada ilmu dan kekuatan dari Allah…

Menjadi orang yang terus aktif, kreatif dan produktif
Tulari orang lain dengan suasana kebaikan (konstruktif) tersebut…

Mengutamakan husnuddhan (positif thinking) dan tidak mudah mengkritik orang lain tanpa haq
Utamakan keramahan dan puji kebaikanya sekedarnya (beserta tabayyun akan bahaya pujian)
Lebih menyibukkan untuk bertaubat memperbaiki kesalahan diri kita sendiri yang demikian banyak dan begitu mendesak untuk diperbaiki sedang umur semakin menipis
Jauhi suka mengamat-amati kejelekan orang lain apalagi jadi ghibah…

Tidak terpuruk mengingat kesalahan-kesalahan, tapi fokus terus berubah memperbaiki diri
Cari hal-hal baru yang lebih baik, fresh dan menarik
Rasakan jiwa muda…

Coba sekali-kali bermain-main bersama anak kecil ^ – *

Bergaul dan bersahabat dalam kebaikan, mudah membawa diri dalam pergaulan yang penuh nasehat dan ilmu

Tidak mudah mendapatkan kekecewaan dari siappaun, berusaha dapatkan segera kepastian dalam segala hal
Tidak terburu-buru terbawa perfeksionis
Pelan tapi pasti, bertahap hingga selesai (tidak setengah-setengah) dan tidak terlalu sibuk
Luangkan waktu cukup istirahat dan mulai kegiatan/hal-hal baru, kurangi beban perasaan
Tidak menyimpan dengki dan jauhi sifat amarah kecuali pada yang haq

Begitu memakan (boros) banyak energi
Membiasakan mengekspresikan diri lepas, belajar menyontoh orang-orang yang berhasil Continue Reading »

Comments Off on Menata Diri

Apr 18 2011

Mitos, Benarkah UHF lebih bagus dari VHF?

Published by under Broadcast

Banyak yang menanyakan kenapa ISTV berada pada gelombang VHF. Di kalangan masyarakat juga  sudah terbentuk image bahwa siaran televisi UHF gambar lebih jernih dan bagus. Apakah Gelombang VHF atau UHF berpengaruh pada kejernihan gambar?
Akan lebih bagus bila saya kutipkan tulisan dari Drs. Darmadi. beliau Mantan kepala Bidang Transmisi Pusat pembinaan sarana Teknik RTF- Departemen Penerangan RI.

A. Kualitas Penerimaan Siaran Televisi

Besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat dipengaruhi beberapa parameter dari stasiun pemancar yang meliputi antara lain :

  1. Daya pancar
  2. Gain dan sistem antena pemancar
  3. Jarak lokasi pemancar dengan lokasi penerimaan
  4. Frequency saluran yang digunakan
  5. Gain dan antena sistem dari pesawat penerima
  6. Profile chart antara antena pemancar dengan antena pesawat penerima
  7. Ketinggian lokasi pemancar terhadap lokasi penerima

Apabila dinyatakan dalam rumus, dapat kita lihat dengan jelas parameter-parameter yang berpengaruh pada penerimaan signal siaran televisi :

Pfs(db) = Po(db) + Gant Tx(db) – Apl(db) + Gant Rx(db)

Pfs(db) : Level Field Strength dalam satuan dB

Po(db) : Power Output pemancar dalam satuan dB

Gant Tx(db) : Gain antena pemancar dalam satuan dB

Apl(db) : Anttenuasi Path Loss dalam satuan dB

Gant Rx(db) : Gain antena penerima dalam satuan dB

B. Daya Pancar

Kiranya semua orang tahu bahwa besarnya daya pancar, akan mempengaruhi besarnya signal penerimaan siaran televisi disuatu tempat tertentu pada jarak tertentu dari stasiun pemancar televisi. Semakin tinggi daya pancar semakin besar level kuat medan penerimaan siaran televisi. Namun demikina besarnya penerimaan siaran televisi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya daya pancar. Continue Reading »

Comments Off on Mitos, Benarkah UHF lebih bagus dari VHF?

Apr 15 2011

Hastabrata, delapan sikap seorang pemimpin

Published by under Inspirasi

Ketika dimilis TDA Joglo pak Ramli S, menanyakan pada saya apa ada koleksi cuplikan wayang yang mengupas tentang Hastabarata. Aku Jadi teringat Hastabrata itu sendiri merupakan filosofi bagaimana seorang pemimpin itu bersikap dan bertindak.

Sekarang banyak pembelajaran tentang kepemimpinan. Banyak seminar tentang Leadership. Namun ternyata di Jawa sendiri sudah ada teori tentang kempemimpinan ini yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang, Karena kita selalu mengacu pada teori-teori barat.

Salah satu ajaran kepemimpinan di Jawa adalah tentang Hasta Brata, Hasta adalah Delapan dan Brata adalah laku atau tindakan. Hasta Brata diambil dari sifat-sifat alam sekitar kita yaitu   Bumi, Air, Angin, Bulan, Matahari, Laut, Gunung dan Api.

Sifat-sifat seorang pemimpin yang ideal harus bisa melaksakan (laku) delapan sifat tersebut :

  1. Mahambeg mring Kismo,  seperti sifatnya Bumi yaitu Bumi selalu memberi kebutuhan hidup kepada siapa saja. Seperti halnya visi dan misi dari TDA ini paling tidak kita bisa memberi dan melayani.
  2. Mahambeg mring Warih,  seperti sifatnya Air yaitu air selalu turun kebawah. Bagaimana seorang pemimpin harus bisa  menyatu dengan bawahannya, bawahan dan anak buah kita adalah rekan kerja kita. Tanpa mereka sebenarnya kita tidak bisa apa-apa.
  3. Mahambeg mring Samirana, seperti sifatnya Angin, Angin ada dimana saja dan selalu adil memberi kepada siapa saja. Angin memberi kehidupan bagi siapa saja tidak pandang bulu, tidak memandang status sosial.
  4. Mahambeg mring Chandra, seperti sifatnya Bulan, memberi penerangan yang sejuk dan indah. Selalu memberikan kebahagian dan harapan kepada siapa saja.
  5. Mahambeg mring Surya,  seperti sifatnya Matahari, selalu memberi sinar hidup keseluruh jagad raya. Seorang pemimpin harus mampu memberi petunjuk hidup, memberikan jalan dan pengarahan yang benar kepada bawahannnya.
  6. Mahambeg mring Samodra, seperti sifatnya Samudra atau lautan, tempat yang luas untuk berkeluh kesah, mempunyai hati yang lapang, penuh pengertian dan kesabaran.
  7. Mahambeg mring Wukir, seperti sifatnya Gunung, selalu kukuh, teguh tidak mudah menyerah dalam membela kebenaran  maupun membela anak buahnya.
  8. Mahambeg mring Dahana, seperti sifatnya Api, mampu membakar semangat dan selalu memberi harapan baru, dan memberikan ketentraman dan perlindungan buat bawahannya.

Ternyata luar biasa filosofi dari khasanah budaya kita sendiri. Mudah-mudahan bisa melengkapi dari teori-teori barat yang sudah ada.

Comments Off on Hastabrata, delapan sikap seorang pemimpin

Apr 01 2011

catatan 001

Published by under Catatan

Terkadang,
kita tak menyadari betapa berharganya seseorang,untuk hidup kita.

Tak jarang, begitu banyak orang yg tlah dicintai, menorehkan luka yg mendalam, pada catatan

kelam kehidupan kita yg lalu.
Namun sadarkah engkau.. Bahwa kita tak pernah tahu,
kapan bumi akan berhenti berputar.
Atau kapan langit akan di gulung.
Dan matahari akan pecah.
kita pun tak akan pernah tau kapan roda kehidupan kita,
dan orang orang terkasih kita,
akan berhenti.
Oleh karna itu.
Jangan lagi ada kata “besok”.
Jangan lagi ada kata “ah”.
Jangan lagi ada pertengkaran.Jangan lagi ada pengabaian.

Berikan apa yg kau punya setulus hati.
Walau raga mu tak sempat bertatap dengan 2 sinar mata nya.
Tahukah engkau..
Bahwa sebentuk perhatian kecil yg tulus,
akan slalu jadi kenangan?
Walau hanya berupa segelas air mineral di kala kau sedang kehausan?
Atau segenggam permen untuk menemani hari nya.

Sebungkus vitamin dan makanan buatanmu sendiri da saat ia sedang sakit.
Atau bahkan sebatang coklat,dan selembar puisi, ataupun ungkapan syukurmu, bahwa kau sangat bersyukur tlah bertemu dengan nya.

Sungguh..
Jangan pernah menganggap remeh waktu.
Karna waktu adalah misteri.
Maka berikan tanda cinta kepada setiap orang yg engkau kasihi, mulai hari ini, tanpa terkecuali.

Comments Off on catatan 001